Cara Mengatasi Anak 2 Tahun Telat Bicara

cara melatih anak telat bicara 2 tahun

Anak 2 Tahun Telat Bicara  – Sedikit yang sudah bisa memanggil ibu atau ayah, tetapi dia juga tidak lancar berbicara atau Telat Bicara .

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 5-8% anak-anak prasekolah sering menderita telat bicara. Artinya ibu bukan satu-satunya yang mengalaminya. Ada orang tua lain yang juga memiliki masalah yang sama.

Tetap saja, ibu harus memperhatikan kemampuannya untuk tetap berbicara kecil. Berkenaan dengan perkembangan kata anak, anak-anak usia 2 hingga 3 tahun sudah bisa mengatakan kata-kata yang dimengerti oleh orang lain.

Anak-anak juga dapat membuat kalimat pendek 2 hingga 3 kata dan menggunakan kalimat pertanyaan. Bernyanyi, mengenal warna, nama penamaan dan hal-hal yang sering Anda lihat juga merupakan bagian dari keterampilan bahasa anak Anda ketika mereka berusia 2 tahun.

Adakah yang tidak bisa dilakukan si kecil? Sebelum Ibu lebih cemas, kami membagikan tips yang dapat Anda lakukan untuk membantu Anak 2 Tahun Telat Bicara dan dapat berbicara dengan lancar.

Anak 2 Tahun Telat Bicara

1. Amati perilaku anak

Ibu bisa mulai dengan memantau perilaku anak-anak lebih dekat setiap hari. Beberapa hal yang dapat Anda amati lebih jauh dari kehidupan sehari-hari anak Anda adalah:

  • Apakah anak itu berbalik ketika namanya dipanggil?
  • Apakah anak mengerti dan dapat melakukan instruksi sederhana yang diberikan? Misalnya, anak berusia 2 tahun bisa mendapatkan barang sesuai dengan instruksi.
  • Bagaimana kontak matanya ketika berbicara dengan ibu atau ayah?
  • Apakah anak berusaha menyampaikan keinginannya bahkan dalam bahasa yang terbatas? Misalnya, tunjukkan sesuatu atau bergumam dengan intonasi.

2. Dorong anak-anak untuk berkomunikasi lebih sering

Setelah mengamati perilaku sehari-hari anak-anak, inilah saatnya bagi Ayah dan Ibu untuk melihat secara introspektif.

Jangan katakan bahwa sementara itu, ibu terlalu sibuk dengan gadget ketika dia bersama anak? Atau apakah ayah jarang mengundang anak-anak untuk mengobrol dan bermain karena mereka lelah bekerja? Ibu merasa aman jika anak duduk diam sambil mendengarkan video lagu favoritnya menggunakan gadget.

Apa yang hilang dari kebiasaan di atas? Ya, kesempatan untuk berkomunikasi lebih sering dengan anak-anak. Ini mungkin yang menyebabkan anak-anak telat bicara.

Untuk ini, Ibu dapat membuat perubahan kecil dengan mengundang anak-anak untuk berbicara di setiap kesempatan.

Dari rutinitas sehari-hari. Ketika dia mandi, Ibu bisa berbicara tentang air dingin, menggunakan sabun wangi, dan sebagainya. Demikian pula saat bepergian, Ibu dapat mengajak anak-anak mendiskusikan apa yang dilihat selama perjalanan.

Berikut adalah beberapa tips penting untuk dipertimbangkan saat berkomunikasi dengan anak-anak:

  • Tetap bicara dengan kata-kata sungguhan, jangan pakai makeup, dan jangan meludah seperti bicara bayi.
  • Lihatlah mata anak ketika Anda berbicara dengannya dengan lembut membelai punggung atau kepalanya. Jadi, anak itu tahu bahwa ibu benar-benar fokus padanya.
  • Bicaralah pelan-pelan, jangan terlalu cepat.
  • Eja objek dengan perlahan sambil menunjuk.

Ketika anak merespons dengan bahasa bayi, tanggapi dengan bertanya apa yang mereka inginkan. Anak itu menunjuk ke gelas yang berbisik!” Alih-alih segera mengambil gelas itu, Ibu bisa menjawab dengan bertanya, “Apa yang kamu inginkan?”

3. bernyanyi bersama

Apakah Anda tahu, bahwa anak berusia 2 tahun ini suka menyanyi dan menari? Jika Anda memperhatikan lagu-lagu Indonesia dan Inggris, lirik selalu berima. Kata-kata seperti ini membantu anak-anak berlatih berbicara.

Ketika dia bernyanyi untuk pertama kalinya, dia akan mendengarkan. Yang kedua, yang ketiga dan seterusnya, ia mulai meniru suku kata terakhir dari setiap lirik.

Kali ini, Ibu bisa mengajaknya bernyanyi sambil menari atau bertepuk tangan. Cara yang menyenangkan untuk belajar berbicara, bukan?

4. Baca buku bersama

Anak-anak berusia 2 tahun biasanya memiliki minat pada buku. Ini adalah waktu yang tepat untuk lebih sering membaca. Selain itu, buku cerita balita biasanya diisi dengan gambar-gambar menarik dan kalimat pendek. Cocok untuk 2 tahun yang perhatiannya masih pendek.

Selain itu, membaca buku juga mengajarkan keterampilan motorik Little Motor. Biarkan dia membalik halaman buku sebelum ibu terus membaca cerita.

Bahkan membaca buku bukan hanya tentang menceritakan isi buku. Ibu dapat mengundang anak-anak untuk melihat gambar di buku sambil memperkenalkan warna atau bentuk, misalnya.

5. Bawalah anak itu bertemu teman-temannya

Jika si kecil bermain lebih sering sendirian di rumah, ia mungkin kurang berinteraksi dengan teman-temannya. Berada di rumah bersama orang dewasa sepanjang hari terkadang membuat anak enggan berbicara lebih banyak.

Dia merasa bahwa orang dewasa di sekitarnya sudah bisa mengerti apa yang dia inginkan bahkan jika dia tidak mengatakan apa-apa.

Lain waktu, dia berurusan dengan teman-temannya. Saat bermain, misalnya, ia harus bisa mengekspresikan apa yang diinginkannya dengan kata-kata, bukan hanya bahasa tubuh atau bisikan.

Di mana Anda harus membawa anak Anda untuk bertemu teman-teman seusianya? Dapat mengatur tanggal permainan, membawanya ke taman bermain, atau ulang tahun.

Saat Anda di sana, biarkan anak-anak bermain dan ibu menonton dari jauh. Siapa tahu, dia bisa termotivasi untuk bicara?

6. Ibu dan ayah harus lebih sabar

Ya,  Namanya juga mengajarkan anak untuk lebih mahir dalam berbicara, jadi ibu harus lebih sabar. Jangan terburu-buru saat berbicara dengan anak-anak. Nikmati setiap saat bersama si kecil dengan mengajarnya perlahan.

Jika anak tidak dapat menjawab dengan jelas, Ibu tidak perlu kecewa juga. Pasti ada saat di mana anak dan dia sedang menuju ke sana. Ibu hanya perlu lebih banyak waktu untuk mencoba dengan anak. Jangan lupa untuk melibatkan Ayah dalam proses ini! Jika semua upaya Anda telah lakukan dan kemampuan anak Anda untuk berbicara belum berkembang dengan baik, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau membawanya ke klinik pertumbuhan dan perkembangan anak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.